Jan 14

Selalu Menghormati Kebijakan Seluruh Keluarga Tentang Pernikahan

Pernikahan adalah salah satu tujuan hidup serta menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. Bukan hanya kamu seindiri yang menantikan momen berharga ini, tapi ayah ibu kamu juga!

Ketika hari pertunangan. Dirimu melewati hari yang mendebarkan? Orang tua-mu juga merasakannya! Kalau kamu menganggap ini merupakan peristiwa yang berkesan di hidupmu, demikian halnya yang dirasakan oleh ayah dan ibumu. Orang tua berdua sangat memahami semua capaian dalam kehidupan kamu.

orang tua telah menuntunmu ke alam dunia (atas kehendak Allah) serta melakukan banyak pengorbanan ketika merawatmu. Yang selalu menemani pada hari pertamamu berjalan dan mengoceh, mengikuti kegiatan sekolah sampai tamat dari universitas, pertama kali kamu masuk kerja, hari-hari ketika kamu sedih dan bahagia, juga termasuk hari ketika kamu menemukan calon pendamping hidup.

Hari Ketika Dirimu Memutuskan Untuk Menikah

Sebagai orang yang akan melakukan resepsi pernikahan, wajar kalau kamu menganggap bahwa resepsi pernikahanmu mutlak milikmu sendiri.

Kamu ingin menyelenggarakan susunan pesta pernikahan yang sangat kamu inginkan sejak dulu. Namum kadang kali, rencana pernikahan yang kamu idamkan jauh berbeda dari hara[an orang tua. Kamu pun ingin tetap dengan idealismu.

Kalau memang demikian faktanya, baiknya tidak jengkel dan naik emosi. Kendalikan keinginanmu yang berlebih. Kamu tidak mampu mengabaikan peran orang tua. Apapun itu, keberadaan orang tua dalam acara pernikahanmu tidak mungkin dielakkan. Ayah dan ibu akan ikut andil saat acara pernikahan yang berkah dan syahdu.

Ayah dan ibu berperan penting dalam setiap acara pernikahan. Mulai dari agenda pranikah, persiapan upacara pernikahan yang sesuai menurut adat maupun agama, sampai acara pernikahan itu sendiri.

Untuk menggapai cita-cita pernikahan yang kamu idamkan, terlebih dulu kamu wajib mengerti bahwa keberadaan orang tua sangatlah penting. Karena, tidak jarang acara pernikahan itu adalah hari yang juga ditunggu-tunggu untuk orang tua.

Mempersunting Dahulu, Jalankan Pernikahan Kemudian

Tentu ada acara lamaran sebelum adanya pernikahan. Laki-laki akan datang ke rumah wanita. Ia akan meminta ijin dari ayah wanita untuk menikahi anaknya. Sebenarnya si pemuda boleh saja datang sendiri menjumpai bapak gadis pujaannya. Tapi sekekar dan sekuat apapun si pemuda, bergetar pula kakinya jika datang ke rumah si gadis tanpa didampingi orang-orang terdekat. Karena menikah adalah suatu hal yang besar. Ia mau meminta anak gadis orang untuk menjadi teman perjuangannya. Para hadirin sekalian

Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab orang tua di pihak si pemuda untuk menjumpai bapak si wanita. Mereka akan mensupport sekaligus mendampingi anaknya untuk melamar si perempuan. Mereka akan memberikan dukungan moril bagi anaknya.

Dengan orang tuanya, keyakinan si pria akan semakin bulat menuju pintu gerbang rumah si wamita. Ayah ibupun berkeinginan mengajak anggota keluarga yang lain seperti eyang serta sepupu atau paman dan bibi si laki-laki.

Mereka akan datang tidak dengan bertangan hampa. Orang tua si pemuda akan membawa seserahan sesuai tradisi adat yang berlaku. Keluarga besar akan sibuk menyiapkan diri untuk bertemu dengan orang tua si perempuan. Maka lamaran merupakan momen keluarga juga, bukan hanya punya calon kedua mempelai.

Pada saat hari pertunangan, tidak sekedar waktu ketikalmomen si pria memohon restu pada bapak si gadis untuk menyunting anak perempuannya. Saat itu, juga merupakan momen pertemuan dua keluarga untuk menentukan kapan dilangsungkannya resepsi pernikahan.

Orang tua si perempuan biasanya menjadibertindak sebagai penyelenggara pernikahan. Walau juga tidak menutup kemungkinan jika keluarga si laki-laki juga ingin menyelenggarakan pernikahan.

Menjelang Momen Pernikahan

Di balik kabar lamaran juga ada setumpuk kerepotan yang menyambut. Sedari perencanaan sampai pelaksanaan pernikahan. Mulai dari acara utama yakni akad nikah maupun acara tambahannya yakni pesta perkawinan.

Ketika tanggal perkawinan telah diputuskan, akan muncul banyak hal yang musti ditunaikan sebelum tanggal itu benar-benar tiba. Ketika sang calon wanita sibuk dengan perkara baju pengantin, sang ibu akan membantunya mencari kain dan merekomendasikan penjahit terbaik yang dia kenal. Undangan unik.

Si ibu pula yang mendampinginya mengerjakan berbagai perawatan tubuh mempelai wanita, sedari ujung kaki sampai ujung rambut. Sebelum hari perkawinan, sang bapak akan memilih waktu khusus untuk ngobrol bareng anak gadisnya, memberikan beberapa petuah pernikahan. Ayah dan ibu pun turut membuat list tamu undangan.

Begitu halnya seperti di kediaman si pemuda. Orang tua si pemuda juga tidak kalah sibuk. Orang tuanya akan banyak memberikan nasehat pernikahan. Dengan support dari tetua serta anggota keluarga yang lain, orang tua sibuk persiapkan mahar beserta aksesoris lainnya.

Pun tengah melatih diri untuk mengucapkan materi pidato di depan keluarga si gadis di hari pernikahan yang akan datang. Menyantap sajian

Ayah ibu, dari pihak si wanita atau si si pemuda tak merasa keberatan dengan semua rencana pernikahan ini. Karena pernikahan ini merupakan hajat mereka juga. Mereka tak akan terbebani untuk berkontribusi secara finansial hanya untuk berlangsungnya hajat pernikahan.

Sampailah Pada Momen Pernikahan

Pada hari pernikahan, ayah ibu “meresmikan” anak mereka melanjutkan kehidupan yang benar-benar baru, menjalani bahtera rumah tangga. Ibarat hari wisuda, orang tualah yang berperan sebagai rektor di universitas keluarga. Mereka mengatakan bahwa anak mereka telah pantas menjadi orang tua bagi anak-anaknya kelak.

Bagaimanapun bentuk susunannya, apakah kalian duduk sebelahan di depan penghulu atau si gadis menanti di ruangan terpisah, jangan lupa mengabarkan bapak si wanita. Karena, bapak si gadis lah yang akan menikahkan kalian berdua di depan penghulu juga seluruh tamu. Kemudian panjatan doa ayah dan ibu teruntuk para mempelai semua.

Pada Momen Upacara Pernikahan

Anda boleh jadi sangat gugup mempersiapkan diri guna menempuh akad perkawinan sehingga tidak peduli lagi dengan segala persiapan perayaan. Pada saat itu, ayah dan ibu lah yang membatasi kendali sebab bagi mereka, mereka lah si pemilik hajat.

Ayah dan ibu kalian akan mempertemukan kalian berdua di atas pelaminan. Setiap seorang ayah akan memberikan kata-kata sambutan. Sedangkan ibu akan meyakinkan tamu undangan dijamu dengan maksimal.

Ketika kamu duduk menjumpai dengan para tamu undangan, orang tuamu memastikan bahwa catering yang kamu order bisa menggenapi kebutuhan, fotografer yang kamu pesan sudah memfoto seluruh momen pernikahan, tidak lupa souvenir telah ada pada meja penerimaan tamu. Mereka juga yang memantau tatanan acara pernikahan sesuai dengan rencana.

Setelah Momen Acara Pernikahan

Kalian berdua kini telah sah menjadi sepasang suami istri. Mereka yang hadir karena undangan juga sudah pulang. Tukang foto pun sudah siap mencetak hasil fotonya. Catering sudah dikembalikan. Dekorasi akan segera dibongkar. Alunan lagu pesta sudah tidak berbunyi. Hanya keluarga yang setia menemani kalian. Pesta wedding.

Di waktu pesta nikahan yang sudah selesai, mereka pun masih saja sempat memikirkan cost bulan madu pernikahan kalian. Justru tahun-tahun berikutnya, mereka tetap menopang keberlangsungan pernikahan kalian baik secara moril maupun secara finansial.

Masih menyangkal, acara pernikahan itu seringkali merupakan momen bagi orang tua? Fikir ulang kembali terkecuali egomu amat tinggi dengan tidak mengikutsertakan ke dua orang tua. Entah bagaimanapun juga, mereka punya peran besar di dalam masa depan pernikahanmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.